Meningkatkan Nilai Tambah Produk Dengan Membuat Aneka Olahan Rumput Laut 

Rumput laut merupakan salah satu komoditas unggulan sektor kelautan dan perikanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi, baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Indonesia bahkan dikenal sebagai salah satu produsen rumput laut terbesar di dunia, terutama jenis Eucheuma cottonii dan Gracilaria sp. yang menjadi bahan baku utama industri makanan, minuman, hingga kosmetik. 

Di Pulau Osi, petani rumput laut sudah lama melakukan budidaya Eucheuma cottonii karena permintaan pasar dan kebutuhan industri yang cukup tinggi. Petani biasanya menjual rumput laut kering kepada pengepul lokal atau pembeli dari Surabaya dan Makassar yang langsung datang ke Pulau Osi, namun jika harganya mengalami penurunan petani terpaksa menyimpannya sambil menunggu harga di pasar kembali stabil. 

Pelatihan  Value Added Product

Pelatihan Value Added Product (VAP) atau nilai tambah produk rumput laut merupakan kegiatan yang mengajarkan bagaimana cara mengolah rumput laut menjadi produk yang punya nilai jual tinggi. Secara sederhana, penambahan nilai produk merupakan proses mengubah produk dasar menjadi produk akhir yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi. 

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan ibu-ibu rumah tangga dalam mengolah rumput laut. Kegiatan berlangsung selama dua hari. Hari pertama berfokus pada pengolahan rumput laut menjadi produk food grade melalui pembagian buku resep, demonstrasi blanching, dan diskusi. Hari kedua peserta langsung mempraktikkan pengolahan rumput laut.

Proses Pelaksanaan Pelatihan VAP

Sesi pelatihan ini dihadiri oleh 32 orang ibu rumah tangga di Pulau Osi, Mereka sangat antusias dengan pelatihan yang diberikan. Ibu Tuti, salah satu peserta, mengaku sangat antusias dengan pelatihan ini. Karena mendapat resep dan keterampilan baru: “Sebelumnya rumput laut hanya dijual kering, sekarang rumput laut juga ternyata bisa diolah jadi makanan dan produk yang bisa dijual dan menjadi penghasilan tambahan bagi ibu-ibu rumah tangga.”

Pelatihan ini difasilitasi oleh Ibu Nurlaeli dari Politeknik Makassar yang telah memiliki pengalaman dalam melatih  pengolahan produk rumput laut di berbagai wilayah di Indonesia. Ibu Nurlaeli mengawali sesi dengan memaparkan mengenai kandungan nutrisi, serta manfaat dari rumput untuk kesehatan. Setelah sesi pengantar, pelatihan dilanjutkan dengan praktek pengolahan rumput laut menjadi beragam produk, seperti kerupuk, selai, sirup, hingga sabun rumput laut. 

Literasi Finansial

Tidak hanya sebatas keterampilan pengolahan rumput laut saja, peserta juga dibekali pelatihan literasi keuangan sebagai langkah untuk memperkuat mereka dalam pengelolaan keuangan kelompok usaha dan rumah tangga yang lebih baik. Pada sesi ini, kelompok diberikan pemahaman mengenai cara melakukan pencatatan arus kas keuangan berdasarkan studi kasus yang diberikan.

Harapan

Dengan pelaksanaan pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kelompok ibu-ibu dalam mengembangkan komoditas rumput laut menjadi produk yang bernilai tambah. “Rumput laut telah menyatukan kelompok ibu-ibu. Sebelum ada pelatihan pengolahan rumput laut ini, ibu-ibu semua masih dengan kegiatan kelompok masing-masing, dan harapannya dari sini akan segera dibentuk kelompok rumput laut,” ujar Ibu Jahri Jani, Ketua kelompok olahan sabun saat setelah mengikuti pelatihan.

Bagikan halaman ini:
Facebook
Twitter
LinkedIn
Tentang penulis:
yasi
yasi

Artikel terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *