Youth Dialogue Studio Pertama Kali di Maluku, Mengajak Para Inisiator Muda Menggerakkan Perubahan

Ambon, 24 Juli 2026, United in Diversity (UID) Foundation atau Yayasan Upaya Indonesia Damai, bersama YASI.ID dan Yayasan Rumah Generasi, menggelar Youth Dialogue Studio (YDS) Maluku di American Corner, Universitas Pattimura, Kota Ambon, Jumat (24/7/2026). Kegiatan ini menghadirkan ruang bagi anak muda Maluku yang selama ini bergerak membangun komunitas, menjaga lingkungan, menciptakan solusi, dan menjawab berbagai tantangan sosial di daerahnya masing-masing, untuk saling bertemu, mendengar, dan memahami satu sama lain.

YDS Maluku merupakan bagian dari rangkaian Youth Dialogue Studio 2026 yang digelar UID Foundation di delapan kota di Indonesia, yang salah satunya baru pertama kali dilaksanakan di Maluku. Seluruh rangkaian ini dirancang sebagai langkah awal menuju ruang yang lebih besar, yaitu Youth Action Forum (YAF) 6.0, program pengembangan kepemimpinan pemuda yang akan digelar UID Foundation di UID Bali Campus pada Oktober 2026 mendatang.

Mengangkat gagasan bahwa perubahan tidak lahir sendirian, kegiatan di Ambon ini dirancang sebagai ruang bagi anak muda untuk memahami realitas yang berbeda, mendengar pengalaman yang beragam, dan menemukan titik temu di tengah perbedaan, sebelum melangkah bersama membangun kolaborasi yang lebih besar.

Dalam sesi dialog utama, tiga narasumber berbagi pengalaman dan perspektif mereka sebagai penggerak perubahan di Maluku: Angelvania Liany Kesaulija, sebagai Pegiat Sosial yang melakukan riset untuk mendokumentasikan bahasa daerah yang ada di Maluku. Rasib Adam, sebagai Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Galo-Galo, sekaligus Fellow Youth Action Forum (YAF) 5.0, menceritakan perjalanannya sebagai Fellow YAF 5.0 pada tahun 2025. Dan Tirza Theorupun, sebagai Program Manager YASI.ID, yang mendedikasikan dirinya bekerja bersama masyarakat akar rumput di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang ada di Maluku.

Sesi dialog ini diikuti dengan sesi tanya jawab kepada para pembicara dari berbagai latar dan bidang, sebelum peserta masuk ke sesi Group Dialogue,  forum diskusi kelompok kecil yang dirancang agar setiap peserta mendapat kesempatan setara untuk berbicara dan didengarkan. Dalam sesi ini, peserta merefleksikan dua pertanyaan kunci: tantangan terbesar yang mereka hadapi sebagai penggerak perubahan saat ini, serta bentuk dukungan atau ruang seperti apa yang dibutuhkan anak muda agar dapat bertumbuh, berkolaborasi, dan menciptakan dampak yang lebih besar. Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi Harvesting Insight, tempat peserta bersama-sama merangkum pembelajaran dan wawasan penting yang muncul dari dialog kolektif hari itu.

Barry Afriando sebagai Progam Manager Ecosystem Engagement and Partnerships mengungkapkan dalam sesi akhir “Dalam Youth Dialogue Studio yang dilaksanakan pertama kali di Kota Ambon, Maluku, kami berharap dapat menjaring lebih luas lagi para pemimpin muda di seluruh Indonesia, terutama di Indonesia Timur.” Ungkapnya.  

Youth Dialogue Studio Maluku sekaligus menjadi pintu masuk bagi peserta yang ingin melanjutkan perjalanan mereka ke Youth Action Forum (YAF) 6.0. Program ini akan mengajak 50 pemimpin muda dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengikuti rangkaian pembelajaran selama empat bulan, memadukan sesi daring interaktif dengan lokakarya intensif di UID Bali Campus pada Oktober 2026. Melalui program ini, peserta akan memperluas jejaring lintas daerah sekaligus dibekali kapasitas kepemimpinan berkesadaran untuk menciptakan inisiatif berdampak di komunitas masing-masing. Pendaftaran YAF 6.0 saat ini telah dibuka bagi anak muda yang berminat.

Tentang United in Diversity (UID) Foundation United in Diversity (UID) Foundation atau Yayasan Upaya Indonesia Damai adalah organisasi nirlaba yang telah berdiri sejak 2003. UID berkomitmen membangun kepercayaan dan kepemimpinan lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga organisasi masyarakat sipil, untuk mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih berkelanjutan, salah satunya melalui program unggulan Youth Action Forum.

Bagikan halaman ini:
Facebook
Twitter
LinkedIn
Tentang penulis:
yasi
yasi

Artikel terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *